Pengertian Kanker Serviks dan Penyebabnya

Penyakit kanker pada wanita yang sering mengancam jiwa adalah kanker serviks (leher rahim). Kanker ini sering dialami oleh wanita di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Agar penyakit ini tidak menjadi momok, sebaiknya kita cegah sedini mungkin. Indonesia setiap hari ada penambhan 40-45 perempuan mengidap kanker leher rahim/serviks dan setiap satu jam 1 pasien serviks 1 pasien kanker serviks tidak tertolong jiwanya.

Definisi Kanker Serviks

Kanker leher rahim (kanker serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina).

Perlu diketahui bahwa kanker serviks biasanya me­nyerang wanita usia 35-55 tahun, namun paling sering ditemukan pada usia di atas 40 tahun. Hampir 90% dari kanker serviks berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan 10% sisanya berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang menuju ke dalam rahim.

Penyebab Kanker Serviks

Kanker serviks akan muncul jika sel-sel serviks menjadi abnormal dan membelah secara tak terkendali. Jika sel serviks terus membelah maka akan terbentuk suatu massa jaringan yang disebut tumor, bisa bersifat jinak atau ganas. Jika tumor tersebut ganas, maka keadaannya disebut kanker serviks.

Sebenarnya, penyebab terjadinya kelainan pada sel­-sel serviks tersebut tidak diketahui secara pasti. Tetapi, ter­dapat beberapa faktor risiko yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks. Berikut beberapa di antaranya:

  1. HPV (human papillomavirus), yaitu virus penyebab kutil genitalis (kondiloma akuminata) yang ditularkan melalui hubungan seksual. Dalam hal ini, varian yang sangat berbahaya adalah HPV tipe 16,18, 45, dan 56.
  2. Merokok. Tembakau dapat merusak sistem kekebalan dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mela­wan infeksi HPV pada serviks.
  3. Hubungan seksual pertama yang dilakukan pada usia dini.
  4. Berganti-ganti pasangan seksual.
  5. Suami/pasangan seksualnya melakukan hubungan seksual pertama pada usia di bawah 18 tahun, ber­ganti-ganti pasangan, dan pernah menikah dengan wanita yang menderita kanker serviks.
  6. Pemakaian DES (dietilstilbestrol) pada wanita hamil untuk mencegah keguguran (banyak digunakan pada tahun 1940-1970).
  7. Gangguan sistem kekebalan.
  8. Pemakaian pil KB jangka waktu lama.
  9. Infeksi herpes genitalis atau infeksi klamidia menahun.
  10. Golongan ekonomi lemah (karena tidak mampu mela­kukan Pap Smear secara rutin).

Baca juga :