Gejala dan Tanda Kanker Serviks

Gejala dan tanda pada kanker serviks ini dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu gejala prekanker, gejala kanker stadium awal, dan gejala kanker stadium lanjut.

1. Gejala Prekanker

Sel-sel pada permukaan serviks kadang tampak ab­normal, tetapi tidak ganas. Para ilmuwan yakin bahwa beberapa perubahan abnormal pada sel-sel serviks merupakan langkah awal dari serangkaian perubahan yang berjalan lambat, yang beberapa tahun kemudian bisa menyebabkan kanker. Beberapa perubahan abnormal tersebut merupakan keadaan prekanker, yang bisa berubah menjadi kanker.

Sampai saat ini, telah digunakan istilah yang berbeda untuk perubahan abnormal pada sel-sel di permukaan serviks, salah satunya adalah lesi skuamosa intraepitel. Lesi berarti kelainan jaringan, sedangkan intraepitel berarti sel-sel abnormal yang hanya ditemukan di lapisan per­mukaan.

Lesi ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu lesi ting­kat rendah dan tinggi.

  1. Lesi tingkat rendah merupakan perubahan dini pada ukuran, bentuk, dan jumlah sel yang membentuk permukaan serviks. Beberapa lesi tingkat rendah menghilang dengan sendirinya. Tetapi, yang lainnya tumbuh menjadi lebih besar dan abnormal, mem­bentuk lesi tingkat tinggi. Lesi tingkat rendah juga sering disebut displasia ringan atau neoplasia intraepitel servikal 1 (NIS 1). Lesi tingkat rendah ini paling sering ditemukan pada wanita berusia 25-35 tahun, tetapi juga bisa terjadi pada semua kelompok umur.          
  2. Lesi berubah menjadi tingkat tinggi, akan ditemukan sejumlah besar sel prekanker yang tampak sangat berbeda dari sel normal. Namun, perubahan prekanker ini hanya terjadi pada sel di permukaan serviks. Selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, sel-sel tersebut tidak menjadi ganas dan tidak akan menyusup ke lapisan serviks yang lebih dalam. Lesi tingkat tinggi juga disebut displasia menengah atau displasia berat, NIS2, NIS3, atau karsinoma ins itu. Lesi tingkat tinggi ini paling sering ditemukan pada wanita berusia 30-40 tahun.

Perubahan prekanker pada serviks biasanya tidak menimbulkan gejala dan perubahan ini tidak terdeteksi kecuali jika wanita tersebut menjalani pemeriksaan panggul dan Pap Smear.

2. Gejala Kanker Stadium Awal

Apabila se1-sel abnormal telah menyebar lebih dalam ke dalam serviks atau jaringan maupun organ lainnya, maka keadaannya disebut kanker serviks atau kanker serviks invasif. Biasanya, gejala baru muncul ketika sel -serviks yang abnormal berubah menjadi ganas dan me­nyusup ke jaringan di sekitarnya. Pada saat seperti ini, akan timbul gejala-gejala kanker stadium awal (cairan lebih lama cairan lebih banyak):          

  1. perdarahan vagina yang abnormal, terutama di anta­ra dua menstruasi, setelah melakukan hubungan sek­sual, dan setelah menopause;
  2. menstruasi abnormal (lebih lama clan lebih banyak); serta
  3. keputihan yang menetap, dengan cairan yang encer, berwarna merah muda, cokelat mengandung darah, atau hitam, dan berbau busuk.

3. Gejala Kanker Stadium Lanjut

Pada kanker serviks stadium lanjut, gejala-gejala yang akan tampak sebagai berikut:

  1. Nafsu makan menjadi berkurang, penurunan berat badan, dan kelelahan.
  2. Nyeri panggul, punggung, atau tungkai.
  3. Dari vagina keluar air kemih atau tinja.
  4. Sering terjadi patah tulang (fraktur).

Baca juga :