Empat Cara Mengetahui Kanker Serviks

Ada empat cara (diagnosis) untuk mengetahu kanker serviks yang dapat dilakukan berda­sarkan gejala dan hasil pemeriksaan, yaitu Pap Smear, biopsi, kolposkopi, dan Tes Schiller.

1. Pap Smear

Pap Smear dapat mendeteksi sampai 90% kasus kanker serviks secara akurat dan dengan biaya tidak ter­lalu mahal. Dengan metode ini, angka kematian akibat kanker serviks menurun sampai lebih dari 50%. Setiap wanita yang telah aktif secara seksual atau usianya telah mencapai 18 tahun, sebaiknya menjalani Pap Smear secara teratur, yaitu setiap tahun sekali. Jika selama tiga kali berturut-turut menunjukkan hasil normal, Pap Smear bisa dilakukan setiap dua atau tiga tahun sekali. Pap Smear merupakan pemeriksaan mikroskopis terhadap apusan yang diperoleh dari serviks.

Pap Smear dapat dilakukan dengan menggunakan spatula eyre atau cytobrush (kapas lidi). Setelah serviks diusap menggu­nakan salah satu dari alat tersebut, pulaslah pada kaca, kemudian direndam dalam alkohol 50% minimal 30 menit. Setelah itu akan terdeteksi adanya kanker serviks atau tidak.

Hasil pemeriksaan Pap Smear menunjukkan stadium dari kanker serviks tersebut, yaitu normal,

  1. Displasia ringan (perubahan dini yang beium bersifatganas),
  2. Displasia berat (perubahan lanjut yang belum bersifat ganas),
  3. Karsinoma in situ (kanker yang terbatas pada lapisan serviks paling luar), atau
  4. Kanker invasif (kanker telah menyebar ke lapisan serviks yang lebih dalam atau ke organ tubuh lainnya).

2. Biopsi

Biopsi dilakukan jika pada pemeriksaan panggul tampak suatu pertumbuhan atau luka pada serviks. Metode ini juga bisa dilakukan Pap smear menunjukkan suatu abnormalitas atau kanker.

3. Kolposkopi

Kolposkopi merupakan pemeriksaan serviks dengan menggunakan lensa pembesar.

4. Tes Schiller

Pada Tes Schiller, serviks diolesi dengan larutan iodium. Sel yang sehat akan berubah warna menjadi cokelat, sedangkan sel yang abnormal akan berubah warna menjadi putih atau kuning. Untuk membantu menentukan stadium kanker, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan berikut:

  1. Sistoskopi,
  2. Rontgen dada,
  3. Urografi irtravena,
  4. Sigmoidoskopi,
  5. Skening tulang dan hati, serta
  6. Barium enema.

Baca juga :