Apa itu Gerd, Penyebab, dan Gejalanya?

Dikalangan masyarakat awam mungkin istilah Penyakit GERD masih tergolong asing, mereka mendengar pertama kalinya biasanya dari diagnosis oleh dokter atau tenaga kesehatan lainnya. Padahal banyak lho yang mengalami penyakit GERD ini, namun kebanyakan hanya menyebutnya sebagai sakit maag atau asam lambung.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini mari kita berkenalan lebih dekat dengan Penyakit GERD ini. GERD adalah singkatan dari Gastroesophageal reflux disease merupakan penyakit saluran pencernaan yang bersifat kronis. GERD terjadi ketika asam lambung atau terkadang isi lambung naik kembali ke esofagus (refluks) sehingga seseorang akan mengalami mual bahkan muntah. Akibat naiknya asam lambung maka akan mengiritasi dan membakar esofagus atau kerongkongan sehingga menimbulkan rasa panas pada dada (heartburn) sampai bagian dalam leher bahkan tenggorokan.

GERD

Naiknya asam lambung istilah kedokteran disebut gerd : gastroesophageal reflux disease.

Menurut Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, Fak.Kedokteran UI, dan  Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo(FK UI-RSCm) melakukan penelitian di beberapa puskesmas di Jakarta memperlihatkan 3 % GERD datang dengan keluhan :

  • Panas dada seperti terbakar(heart burn)
  • REGURGITASI(kebocoran katub pada lambung)
  • Gejala awal mirip seperti dengan pasien serangan jantung
  • Tapi GERD tidak menyebabkan komplikasi pada jantung

Berdasarkan Hasil Endoscopi Gerd Ada Dua :

1. Gerd dengan erosi

Biasanya terdapat luka pada kerongkongan bawah, luka ini akibat komplikasi asam lambung naik ke kerongkongan(yang bisa memicu penyakit BARRET atau pra kanker)

2. Gerd tidak erosi

Tidak ditemukan kelainan luka di kerongkongan bawah. Disebut NERD: non erosive reflux disease.

JIKA ASAM LAMBUNG TINGGI  MENYEBAR KE GIGI, MULUT:

  • Dapat menyebabkan erosi dental, asma sesak nafas, sesak dada, panas
  • Faringitis kronis di tenggorokan, sinusitis
  • Laringitis, bahkan muncul jaringan parut di paru paru(fibrosis paru idopatik)

Masalah gerd asam lambung tinggi naik ke esofagus karena gangguan lemahnya otot sphincter lambung  atau lemahnyan otot katub lambung, sebuah penelitian terbaru sudah bisa disembuhkan daun herbal yang punya kandungan tokofenol, polifenol, hidroksieugenol yang dapat menetralisir asam lambung dan mampu memperkuat kerja otot sphincter lambung atau katup lambung, oleh konsultan dimanfaatkan untuk penyambuhan katub lambung program VIP.

Gejala GERD

Lebih lengkap berikut gejala-gejala GERD yang perlu Anda ketahui:

  • Rasa terbakar di dada (heartburn), kadang-kadang menyebar sampai ke tenggorokan, bersama dengan rasa asam di mulut
  • Nyeri dada
  • Kesulitan menelan (disfagia)
  • Batuk kering
  • Suara serak dan/atau sakit tenggorokan
  • Terasa tak nyaman / ada benjolan di tenggorokan Regurgitasi (mual-muntah) makanan atau cairan asam lambung (acid reflux)

Gejala GERD diatas tak selalu muncul semua, karena tergantung pula pada tingkat keparahannya.

Penyebab GERD

Perbatasan antara esofagus dan lambung terdapat sphincter, yakni otot melingkar yang dapat mengencang (menutup) dan mengendur (membuka). Ketika kita menelan makanan otot sphincter itu akan melonggar sehingga makanan dan cairan mengalir menuju lambung dan seketika setelahnya akan kembali menutup.

Namun, jika katup ini melemah atau mengendur abnormal, maka asam lambung maupun isi lambung akan bisa mengalir kembali ke esofagus (refluks), dan timbullah rasa mulas dan mual.

Jika asam lambung terus-terusan naik, maka akan mengiritasi lapisan esofagus, membuatnya menjadi meradang (esofagitis). Seiring waktu, peradangan dapat merusak lapisan esofagus, menyebabkan komplikasi seperti pendarahan, penyempitan esofagus atau Barrett’s esophagus (kondisi prakanker). Baca juga : Muntah Darah

Faktor-faktor risiko atau kondisi yang bisa menjadi penyebab GERD adalah:

  • Obesitas atau kegemukan
  • Hernia hiatus
  • Pengosongan lambung yang tertunda makanan
  • Merokok
  • Mulut kering
  • Asma
  • Diabetes melitus
  • Gangguan jaringan ikat, seperti scleroderma

Baca juga :